maaf

Bukan yang terakhir dan tak pernah berakhir
Klasik memang
Mungkin puluhan, ratusan atau bahkan ribuan
Kata-kata itu selalu muncul dari bibir ini
Engkaupun takkan pernah tahu
Mata ini selalu berkaca
Langkah ini gontai jejaknya
Tangan ini begitu berat adanya
Menyimpan sejuta kata, sejuta mimpi dan sejuta kata
Dan kini
Tinggallah satu kata yang terindah
“maaf”
Maafkan aku yang tak pernah bisa memberikan yang terbaik untukmu sahabatku
20 Oktober 2007

Posted on June 2, 2011, in taman puisi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: