Kisah si Dalang Edan

Dilahirkan dari seorang dalang, harapan orang tuanya pun kelak anaknya juga menjadi seorang dalang. Tetapi ketika masa mudanya ia sangat benci terhadap wayang, sebagai orang muda ia cenderung suka dengan music jazz atau music blues selayak teman-temannya waktu itu. Kebenciannya terhadap wayang mencapai puncaknya ketika ia hendak menikam ayahnya dari belakang dengan pisau waktu sedang mendalang. Akan tetapi kebenciannya mulai berubah ketika ia duduk dibangku kuliah, ia mulai menekuni dan mencintai dalang. Ia mengatakan bahwa jangan berani-berani melawan ayah karena akan menjadi karma. Sejak saat itulah ia hidup menjadi seorang dalang, dan bukan cuma dalang biasa, ia keluar dari pakem-pakem sebagai seorang dalang. Makanya ia disebut sebagai dalang edan. Salut buat ki dalang Sujiwo Tejo.

Posted on June 3, 2011, in tokoh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: