merindukan seorang pemimpin

Suatu hari beliau melakukan patroli di malam hari dengan maksud ingin mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya. Mulailah beliau berjalandari gang ke gang melihat-lihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh rakyatnya pada malam hari. Saat beliau berjalan di gang yang sempit, beliau dikejutkan dengan suara tangisan anak-anak kecil. maka beliau mencoba mencari tahu, gerangan apa yang terjadi. Diketuklah pintu rumah itu. Assalamualaikum, maaf ibu kenapa anak-anak ini menangis? Sang ibu menjawab mereka menangis karena lapar. Kemudian beliau bertanya : kenapa kamu tidak kasih saja makanan yang kamu masak itu!
Sang ibu : yang aku masak ini bukan makanan, ini hanyalah sebuah batu. Saya memasaknya hanya ingin mengelabuhi mereka dengan harapan mereka cepat tidur.
Spontan beliaupun terkejut dan bertanya : mengepa ibu tidak meminta gandum ke Khalifah, bukankan ada Baitul Maal
Sang ibu : Biarlah aku tidak akan meminta apapun kepadanya, karena seharusnya Khalifahlah yang harus memberi makan kami. Khalifah adalah pemimpin maka dialah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap rakyatnya dihadapan Tuhan kami nanti.
mendengar ratapan ibu, beliau yang aslinya seorang Khalifah yang dibicarakan oleh ibu tadi tidak marah, beliau langsung segera menuju Baitul Maal dan langsung meminta pegawainya satu buah karung gandum. Beliau sendirilah yang kemudian mengangkat kantong gandum dan memberikannya kepada ibu yang anak-anaknya kelaparan tadi. Sebenarnya ada pegawai yang bermaksud akan mengangkat kantong gandum dan ingin memberikannya kepada ibu tadi, tetapi beliau melarangnya, kemudian beliau berkata ” apa kamu mau memikul dosa dan tanggungjawabku di akhirat nanti ?
Sesampainya ditempat ibu, beliau langsung memberikan kantong gandum itu dan memasakkannya untuk sang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan tadi. Mereka menyantap makanan dengan nikmat dan kemudian tersenyum dan bertanyalah sang ibu : ” Siapakah sebenarnya tuan ini ?
Beliau kemudian mengaku bahwa ia adalah Khalifah Umar bin Khattab yang ibu bicarakan tadi. Sang ibupun terkejut dan meminta maaf atas kelancangannya dan berterimakasih kepada Khalifah Umar bin Khattab.
Dari cerita diatas menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang bertanggung jawab terlahir dari individu yang bertanggung jawab. seseorang belum dapat memimpin orang lain kalau dia belum dapat memimpin dirinya sendiri. Menjadi seorang pemimpin bukan hanya bertanggung jawab kepada bawahannya tetapi juga kepada Tuhan YME. Seorang pemimpin adalah orang yang paling terakhir mengambil haknya dan yang paling pertama mengerjakan tugasnya.adapun ciri-ciri seorang pemimpin adalah :
1. menyelesaikan tugas dengan baik
2. siap memikul beban dan menanggung resiko
3. menepati janji
4. dapat merasakan kesulitan orang lain
bagaimana dengan bangsa ini? aku sangat merindukannya. mari kita memperbaiki diri untuk jadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab.

Posted on June 8, 2011, in tokoh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: