susahnya memulai

Semuanya berawal dari mimpi, ketika melihat teman dengan hebatnya bisa menciptakan sebuah usaha, bisa memberikan lapangan kerja buat orang lain, memberikan jasa maupun barang untuk orang lain. Di sini aku masih stagnan, hanya mampu bekerja sebagai seorang pegawai,walaupun sebenarnya aku juga sudah bersyukur akan hal itu. Tetapi itu kalau menengok ke belakang yang masih melihat banyaknya pengangguran di negeri ini, baik pengangguran terbuka yang gak benar-benar memiliki pekerjaan, pengangguran terselubung yang gayanya bekerja tetapi gak menghasilkan apa-apa, atau yang setengah pengangguran yang hanya makan gaji buta atau kerjanya tidak sesuai dengan waktu bekerja. Aku tidak mau berhenti disitu.

Sebenarnya teorinya simple aja, membuat dan menambah nilai suatu benda atau jasa saja. Bisa juga dengan melihat, meniru dan menginovasikan agar sedikit berbeda, begitulah yang selalu aku dengung-dengungkan ke anak didik. Itu sedikit teori ekonomi yang mungkin aku kuasai, ditambah dengan melibatkan faktor-faktor produksi, dari mulai alam, tenagakerja, modal dan sedikit turunan jiwa wirausaha ibuku yang seorang pedagang sebenarnya aku bisa. Bukan cuma ilmu ekonomi yang dipakai, sedikit teori geografis, sosiologis dan historispun bisa membantuku mengaktualisasikan apa yang ada dalam planning pikiranku.

Begitulah sebuah teori, teori tanpa action sama dengan nol besar, tetapi nol besar dengan action akan menjadi luar biasa. Teringat dengan pak Budi, seorang yang awalnya hanya seorang imigran gelap di Sidney, Australia. Ia tak pernah berbekal apa-apa dengan materinya, bekalnya hanya restu dari seorang ibu, kerja keras, tak kenal malu, malu kalau tidak sukses, tak kenal putus asa. Hari-hari waktunya hanya dihabiskan untuk bekerja. Dari jam 04.00 pagi ia berprofesi sebagai seorang cleaner, mulai siang hari ia bekerja sebagai operator di sebuah perusahaan, dan malamnya ia habiskan waktu sebagai seorang driver taxi di seputaran kota Sidney. Luar biasa kerja kerasnya tetapi kerja kerasnya berbuah ketika ia mulai membuka usaha taxi. Dan kini ia telah mempunyai sekitar ratusan taxi yang beredar di kota Sidney dan sebuah bengkel. Dan yang paling luar biasa ketika ia sudah sukses menjadi seorang bos, ia tak lantas ongkang-ongkang, ia tetap bekerja sebagai mechanic engineering  di bengkel miliknya. Sebuah pembelajaran buat kita. From zero to hero…….

Posted on June 23, 2011, in social-culture. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: