Demam bola

Cerita ini berawal ketika tumpukan koran bekas yang hendak dijual ke pasar oleh nenekku, maklum saja nenekku adalah seorang penjual barang bekas. Satu persatu kuamati beritanya, tapi mata ini selalu tertuju oleh halaman paling akhir di koran tersebut. Isinya tak lain mengulas berita olahraga yang memang begitu aku cintai.

Aku mencintai sepakbola, tentunya banyak orang-orang yang menginspirasiku waktu itu, dari tingkat kampung, pemain yang membela kampungku dalam acara 17an. Rofiq Ismanto penyerang handal PSIM Yogyakarta, walaupun belum pernah nonton dilapangan tentang ketajamannya, tapi dari siaran radio RRI waktu itu menyakinkan aku betapa garangnya striker itu. Tak terlupakan juga sang jendral lapangan tengah Fahri Husaini dengan kemampuannya mengatur serangan membuat hati ini jatuh cinta pada olahraga yang satu ini.

Dan sebenarnya yang memulai adalah Roberto Bagio yang menyapaku mesra di Baturaden. Sungguh pertemuan yang sensasional, memorable dan akhirnya aku tempel foto lusuh itu di dinding almari kamarku. Walaupun saat itu aku sempat dibuat kecewa dengan kegagalan pinaltinya di final WorldCup 1994 di negeri Paman Sam yang mengakibatkan Italia takluk adu pinalti melawan Romario dan Bebeto dengan tarian sambanya.Tapi dialah yang menyihirku sampai mulut ini ngomel-ngomel bak komentator bola disetiap aktifitas saat itu. Benar-benar aku telah gila bola.

Belum lagi cerita sore hari, ketika kami merumput di lapangan bola kebanggaan kami. Walaupun sebenarnya lapangannya seperti lautan, bergelombang, kadang ada pusaran yang bisa menelan kaki-kaki kami. Dan karet gelang itu terikat erat di kepalaku, menirukan gaya pemain bola idolaku yang lain, Fernando Redondo. Demikianlah mimpi, dan cita-cita waktu itu. Tak ada seorang motivator, mentor, membuat mimpi itu menguap seiring berjalannya waktu. Tapi tak lantas berlalu begitu saja, mimpi itu meninggalkan segudang cerita, paling tidak sekarang menjadi striker veteran yang sering menghadirkan gol, hehehhehe

Berbicara mengenai sepakbola, bentar lagi ada gelaran Tunas Agro Cup II. Paling tidak ini media komunikasiku dengan siswa dalam membangun mimpi-mimpi mereka terutama tentang bola. Selain juga untuk berolahraga. Salam Olahraga….!!!!!

Posted on February 4, 2013, in tokoh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: